Apakah kamu termasuk yang kurang puas melihat kondisi tubuhmu sendiri? Jika perempuan, biasanya muncul perasaan kurang ramping, seksi, berisi, dan sebagainya. Jika laki-laki, biasanya merasa kurang tinggi dan berotot.
Berarti kamu memiliki masalah psikologi. Namun tenang dulu, masalah psikologi belum masuk pada ranah gangguan psikologi kok.
Tidak puas dengan tubuh sendiri, atau selalu melihat hal yang kurang dari tubuh, biasanya disebut Body Dissatisfaction. Hal itu terjadi karena biasanya kita membandingkan tubuh ideal dengan persepsi masyarakat, atau dengan tubuh para model dan atlet.
Ada saja hal yang kurang dalam tubuh kita, baik dari ujung rambut sampai kaki. Untuk perempuan, biasanya kurang ramping, seksi, montok, rambut kurang lurus, hidung kurang mancung, dan lain sebagainya.
Untuk laki-laki, rasa tidak puas seperti kurang tampan, berorot, tinggi, atletis, terlalu buncit, gemuk dan sebagainya. Gejala ini biasa disebut Muscle Dysmorphic Disorder.
Jika perasaan itu sudah dominan menguasahi pikiran, maka akan menyebabkan gangguan makan, yang itu berdampak pada gangguan pada sistem tubuh secara lebih luas.
Jika rasa tidak puas yang muncul adalah tubuh terlalu gemuk, maka bisa mengalami Anorexia nervosa. Makan sedikit, yang berakhibat pada kurangnya asupan gizi pada tubuh.
Jika rasa tidak puas yang muncul adalah tubuh terlalu kurus dan tidak proporsional, maka bisa mengalami Bulimia nervosa. Makan terlalu banyak yang membuat sistem tubuh pun kacau, biasanya sampai menyebabkan muntah atau akan menjadi gemuk tak beraturan.
Kenapa sih hal itu bisa terjadi? Ya, karena tubuh itu sering menjadi obyek penilaian orang lain. Dianggap terlalu kurus, gemuk, kurang tinggi, atau sudah ideal.
Padahal, tubuh proporsional itu diukur dari sisi kesehatan, antara tinggi dan berat badan masing-masing. Sementara setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda. Tidak bisa diukur sama dengan model atau atlet, yang memang memiliki tubuh ideal dalam pandangan masyarakat.
Maka, kamu harus mulai membangun Body positivity. Harus lebih menghargai tubuh yang saat ini kamu miliki, dengan memerhatikan asupan gizi berimbang, bukan ideal dalam pandangan masyarakat yang didasarkan pada bintang iklan dan atlet.
Ketika kamu olahraga, tujuannya adalah agar lebih sehat, agar hidupmu lebih produktif. Bukan karena ingin mendapatkan pujian dan tepuk tangan dari orang lain. Karena itu bisa menjerumuskan pada penggunaan suplemen yang berlebihan, jika bentuk tubuh ideal itu tidak lekas didapat. Tentu ini sangat berbahaya bagi tubuh.
Jangan melulu fokus pada bagian tubuh tertentu yang menurutmu kurang, lihat secara utuh. Bisa jadi hidung kamu kurang mancung, namun rambut kamu lurus dan berkilau. Kamu mungkin tak terlalu tinggi, namun badan kamu padat berisi. Artinya, fokuslah untuk mencari hal positif dalam tubuh kamu.
Selain itu, kamu juga perlu lebih banyak berinteraksi dengan orang-orang yang positif, yang lebih bisa menghargai sisi intelektualitasmu ketimbang mengomentari bentuk tubuh.
Penting juga diingat, mulai sekarang kurangi membandingkan diri sendiri dengan orang lain, setiap orang punya keunikan. Kamu bukan dia, dan tubuhmu adalah anugrah dari Tuhan yang berbeda dari orang lain, bukan?



Tidak ada komentar:
Posting Komentar