Workshop Menulis RP3A Blitar, Saatnya Perempuan dan Anak Muda Berani Bersuara



Bertempat di Lembayung Cafe dan Resto, Gedog, Kota Blitar, Relawan Pemuda Peduli Perempuan dan Anak (RP3A) Blitar menggelar workshop menulis kreatif.

Kegiatan ini digelar dalam rangka peningkatan kapasitas anggota lama dan membuka partisipasi peserta baru, sekaligus memperkenalkan ruangrasa.id sebagai platform media RP3A Blitar.

Haniv Avivu, anggota senior RP3A yang saat ini bekerja sebagai konten kreator menyampaikan materi seputar menulis, terutama bagaimana menulis di media digital.

Ia juga memberikan gambaran seputar jenis-jenis tulisan dan contoh-contoh tulisan yang viral di media sosial.

Selanjutnya, peserta praktek membuat tulisan dan hasilnya akan dikomentari oleh narasumber.

Sementara Fahrizal, koordinator ruangrasa.id menekankan pentingnya menulis sebagai cara untuk menyampaikan aspirasi.

Sebuah tulisan, menurutnya, sudah melalui proses pengayaan referensi dan editing sebelum dipublikasikan, sehingga ketika dilempar ke publik sudah menjadi sajian utuh yang bisa dinikmati pembaca.

Saatnya bercerita dan menyampaikan gagasan


Ruangrasa.id didesain sebagai media untuk menyampaikan cerita dan gagasan. Terutama untuk para anggota RP3A yang sudah berkiprah selama 4 tahun terakhir ini.

Selama ini RP3A fokus pada isu perempuan dan anak. Masih banyaknya kasus kekerasan perempuan dan anak, termasuk tingginya angka perkawinan usia anak yang berdampak pada angka kematian ibu melahirkan (AKI) hingga KDRT.

RP3A sebagai kelompok anak muda mencoba merangkul teman sebaya untuk lebih peduli pada masa depannya, kesehatan fisik, mental, serta haknya untuk mendapat pendidikan dan berkembang.

Selama 4 tahun tersebut tentu ada banyak cerita menarik, mengharukan dan pelajaran yang bisa dipetik serta dibagikan dalam sebuah tulisan.

Selain itu, ruangrasa.id juga menjadi wadah bagi anak muda dan perempuan yang sedang gelisah melihat keadaan sekitar, dan ingin bersuara menyampaikan pandangannya.

Berlanjut ke diskusi antar peserta


Setelah sesi pelatihan menulis, berikutnya adalah diskusi dan sharing pengalaman antar peserta workshop.

Sesi kali ini diawali dengan cerita tentang kelahiran RP3A Blitar, dan pengalaman mereka bersuara dan menjalankan program sosialisasi ke sekolah, desa hingga kecamatan.

Rezki Liana Putri, Irnandini Putri, Aulya Nuramadani dan Sabrina Salsabila mengawali sesi diskusi ini. Mereka sebagai perempuan dan anak muda membagikan cerita tentang kiprahnya selama ini.

Sejak dibentuk tahun 2018, para aktivis RP3A sudah terlibat dalam banyak kegiatan, selain sosialisasi ke teman sebaya dan sekolah-sekolah di Blitar, mereka juga turun ke desa-desa, menjadi narasumber berbagai acara, hingga menghadiri kegiatan di luar kota bahkan luar pulau.

Para peserta lain kemudian menanggapi sekaligus sharing pengalaman mereka satu per satu, termasuk berbagi perspektif terkait isu perempuan dan anak.

-00-


Agenda kali ini didukung oleh The Southeast Asian Feminist Action Movement (SEAFAM). Kegiatan workshop dan diskusi digelar dari jam 13.00 hingga 18.00 WIB.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar